Sakatatal Art


Lihat Sakatatal Art di peta yang lebih besar

Minggu, 06 Januari 2013

NAGA BUMI kolaborasi 7 kayu bertuah




7 kayu Bertuah yang digabungkan menjadi kolaborasi kayu yang menarik, kolaborasi energi alam dari kayu -NAGASARI gunungjati,-nagasari imogiri, Setigi laut, Barek, Liwung mas,Genter asem ditambah Batu genter Kelor pada bagian mata naga.. merupakan penggabungan power yang sangat Dahsyat dengan tingkat kerumitan Seni kayu tinggi..
"NAGA BUMI'
SUDAH DIPESAN dan DIKOLEKSI Oleh IWAN pondok bambu Jakarta

Senin, 31 Desember 2012

Gelang Kayu Nagasari 'NAGA WISESA










**SUDAH DIKOLEKSI oleh Iwan (pondok bambu jakarta)

 Gelang kayu nagasari tua yg tersimpan selama3 abad 
NAGA WISESA adalah bentuk imajiner atau hayali, dibuat secara manual agar lebih terasa getaran nadinya, pada proses ahir menggunakan SANGLING"

PROSES SANGLING adalah proses ahir (Finising) penghalusan kayu secara manual, alami tanpa menggunakan cat,melamik.pernis atau warna, Tapi dengan cara penghaluskan berulang-ulang dengan menggunakan ampelas halus hingga  menggunakan daun pisang kering sama halnya dengan mengkilapkan batu.

Diperlukan kesabaran dan waktu yg cukup lama dalam proses Sangling untuk bisa mendapatkan hasil yang benar-benar maksimal, maksimalnya  proses sangling akan memunculkan warna alami yang kuat, tajam hingga urat atau warna kayu terdalam pun akan muncul dengan mengkilap alami,
 Keistimewaan finising dengan cara di Sangling selain lebih matang warna alaminya, lebih klasik , juga  semakin lama, semakin sering dipakai akan semain terlihat tua, mengkilap, dan antik
Perawatannya pun sederhana cukup dibersihkan dengan kain halus atau dengan daun pisang kering . Lalu mengapa harus dengan proses ahir “sangling”
AWAL TERCIPTANYA  PROSES SANGLING  terinspirasi dari sebuah pemahaman tentang Qolbu atau hati nurani, “hati adalah rumah Qolbu, sementara Qolbu adalah alat penghubung antara manusia dengan Allah SWT dimana setan dan malaikat pun tidak bias menembus atau mengetahuinya, saya  memperumpamakan  seperti bolham lampu, Qolbu adalah kawat kecil yang menyala yg terhubung langsung dengan Tuhan, dimana setrum atau intruksi Tuhan terhubung, sementara Hati adalah kaca pembungkus Qolbu, Setiap kali seseorang melakukan sebuah dosa maka tak ubahnya penempelkan Noda hitam pada kaca (hati) semakin sering melakukannya semakin banyak noda hitam yg menempel hingga menutupi cahaya lampu (Qolbu) sehingga intruksi dari Tuhan tak lagi bias diterima dengan jelas, semakin ditumpuknya noda hitam maka semakin gelaplah hati, manusia yang hatinya gelap maka segala bentuk nasehat kebaikan akan dengan mudah diabaikan, bahkan yang hatinya sudah ber KERAK dia akan memusuhi kebenaran itu,
“semoga Allah SWT menjauhkan kita dari kelompokmanusia berhati gelap”
 lalu.. ketika manusia melakukan perbuatan Baik (amal kebaikan) sama dengan melepaskan sebutir noda yg melekat dihati, semakin sering melakukan kebaikan maka noda-noda hitam yang menempel akan bersihkannya satu persatu, hingga hati kembali bening, dan cahaya  dan intruksi dari Tuhan kembali terdengar, semakin sering dibersihkan,semakin indah warna aslinya,langkah-langkah hidupnya tertata rapih untuk mendapat keridhoan Tuhan Allah SWT,
Teman temannya, sahabatnya adalah orang-orang yg baik, karena kebaikan dan keburukan ibarat minyak dengan air tak akan menyatu walaupun dimasukan dalam satu wadah,
SANGLING adalah perubahan bukan tempelan seperti melamik atau cat yg melapisi,bukan Topeng yang menutupi, sangling adalah membersihkan sebuah noda, menghaluskan bentuk , sehingga dapat memunculkan warna,karakter dari fitrah alaminya, akan menjadi antik dan menarik baik  manusia ataupun benda, tidaklah menjadi heran,aneh,atau mustahil jika manusia yg hatinya sudah bersih (bening) akan dapat melihat alam kegoiban, alam mukasafah, minimalnya indra keenam (mata batin)nya akan hidup dan tajam, seperti kayu yang disangling semakin lama semakin mengkilap, klasik ,menarik dan antik, @ Demikian Sakatatal Art menjadikan Sangling sebagai proses Ahir (finising-wood art)

Jumat, 28 Desember 2012

NAGA API gelang kayu nagasari bermahkota batu merah

Naga Api"" gelang kayu nagasari gunungjati yg berumur sangat tua dan langka.. kayu ini peninggalan dari jaman sultan sepun yg kurang lebih berumur 3 abad, ada yg menyebut juga Galih kayu nagasari karna kayu yg hampir membatu.. gelang naga Api Natural kayu tanpa finising melamik atau pernis, namun dengan disangling.. yaitu penghalusan dengan menggunakan daun pisang kering yang digosokan berulang-ulang sampai memunculkan warna alami kayunya.. warna merah bercampur hitam, keras membatu dan tenggelam diair, bermahkota batu merah dari jatipranje,bukit parawali pedalaman cherbon..bermata batu genter asem hitam.. Genter artinya kayu yg sudah memposil menjadi batu

SUDAH DIKOLEKSI oleh Firman Iriansyah

CINCIN kayu Nagasari "TENGKORAK"

SUDAH DIKOLEKSI oleh Firman iriansyah Timika Papua
cincin kayu Nagasari gunungjati

Minggu, 23 Desember 2012

Tongkat Kayu Naga Kembar





Sedikit saya tuliskan tentang makna atau arti dari Tongkat kayu NAGA KEMBAR’
Pada bagian Ujung Tongkat saya pasang tiga cincin (3 lingkaran) yang masing masing memiliki arti: 1=TEKAD,2=UCAP, 3=LAMPAH,
TEKAD  dalam bahasa Cirebon yg berarti NIAT, UCAP adalah UCAPAN atau lisan, sementara LAMPAH adalah PELAKSANAAN perbuatan, yang keseluruhannya menjadi pondasi dasar menjadi manusia, Niat yang baik ,lisan yang sopan, ucapan yang berkomitmen dan diwujudkan dalam Pelaksanaan prilaku kehidupan sehari-hari,
Jika ketiga lingkaran itu (niat,ucapan,prilaku) bias selaras,sejalan maka barulah kita melangkah menjadi manusia yang Wangi,harum,kuat,seperti wujud kayu GAHRU yang tegak berdiri kokoh, berwibawa dan berpendirian kuat tidak mencla-mencle, Bertanggung jawab,  tepat janji, dan dikagumi,Bijak, Berjiwa besar, lapang dada, yang saya gambarkan pada pegangan tangan, yang  amanah dan teladan, yang mengajak KEBERSAMAAN menuju SATU ARAH  “kesejahteraan dunia Ahirat”  yang digambarkan dalam bentuk Naga kembar yg berlari menuju SATU ARAH 
Tongkat Kayu NAGA KEMBAR bukan hanya sebagai penopang fisik  namun lebih pada sebuah perwujudan Manusia Tangguh, berwibawa, siap dengan segala perhitungannya  dari sebab akibat, dan bertanggung jawab dari segala tindakan.
**maaf aku hanya pelaku seni otodidak jadi yang dipakai bahasa Tarsan auu..oooo.. bukan pujangga yg pandai merangkai kata indah, juga bukan politikus yang pandai mempelintir kata-kata”  aku hanya mencoba mewujudkan KATA-KATA lewat KARYA (Wood Art) 

Sudah dikoleksi oleh ZAIDIN NTB

KALUNG TASBIH NAGASARI gunung jati

kalung Tasbih kayu Nagasari gunung Jati SUDAH DIKOLEKSI Oleh RONI semarang

Jumat, 21 Desember 2012

GARUDA YAKSA WOOD ART Tas Kayu Bonggol Jati Art limited edition



TAS KAYU "GARUDA YAKSA" dibuat dari bonggol kayu jati tua bagian tengah yg sudah kering sisa rayap, dikolaborasi dengan kayu Nagasari pada bagian Mata garuda,ornamen tambahan dipadu warna hitam kayu sonokeling tua, kemuning .

Garuda yaksa dalam gambaran imajinasi, yang hidup dipikiranku. tas kayu yg dibuat satu limited edition art
SUDAH DIKOLEKSI oleh IWAN pondok bambu Jakarta