Sakatatal Art Studio adalah studio kecil dengan niat dan semangat besar untuk mencipta dan mewujudkan gambaran imajnasi menjadi karya seni tinggi, menciptakan sesuatu yang belum ada menjadi nyata, menghidupkan sesuatu untuk hidup dan menghidupi
Rabu, 09 Januari 2013
KALUNG TASBIH KAYU NAGASARI DAN GAHRU
SUDAH DIPESAN dan DIKOLEKSI Oleh Musttaqin Jakarta
Tasbih Naga Reksa dari bahan kayu Nagasari gunungjati, kayu Galih yang berumur sangat tua dan langka,
kayu ini sudah tersimpan 3abad .
RAJAWALI tasbih kayu Gahru beraroma wangi saat dipakai, kayu yang mirip getah, dikolaborasi dengan kayu nagasari gunungjati berbentuk burung dan asesoris anting anting
Tasbih kalung limited edition Art
Minggu, 06 Januari 2013
NAGA BUMI kolaborasi 7 kayu bertuah
7 kayu Bertuah yang digabungkan menjadi kolaborasi kayu yang menarik, kolaborasi energi alam dari kayu -NAGASARI gunungjati,-nagasari imogiri, Setigi laut, Barek, Liwung mas,Genter asem ditambah Batu genter Kelor pada bagian mata naga.. merupakan penggabungan power yang sangat Dahsyat dengan tingkat kerumitan Seni kayu tinggi..
"NAGA BUMI'
SUDAH DIPESAN dan DIKOLEKSI Oleh IWAN pondok bambu Jakarta
Senin, 31 Desember 2012
Gelang Kayu Nagasari 'NAGA WISESA
**SUDAH DIKOLEKSI oleh Iwan (pondok bambu jakarta)
Gelang kayu nagasari tua yg tersimpan selama3 abad
NAGA WISESA adalah bentuk imajiner atau hayali, dibuat secara manual agar lebih terasa getaran nadinya, pada proses ahir menggunakan SANGLING"
PROSES SANGLING adalah proses ahir (Finising) penghalusan kayu
secara manual, alami tanpa menggunakan cat,melamik.pernis atau warna, Tapi
dengan cara penghaluskan berulang-ulang dengan menggunakan ampelas halus hingga
menggunakan daun pisang kering sama halnya
dengan mengkilapkan batu.
Diperlukan kesabaran dan waktu yg cukup lama dalam proses
Sangling untuk bisa mendapatkan hasil yang benar-benar maksimal, maksimalnya proses sangling akan memunculkan warna alami
yang kuat, tajam hingga urat atau warna kayu terdalam pun akan muncul dengan
mengkilap alami,
Keistimewaan finising
dengan cara di Sangling selain lebih matang warna alaminya, lebih klasik ,
juga semakin lama, semakin sering dipakai
akan semain terlihat tua, mengkilap, dan antik
Perawatannya pun sederhana cukup dibersihkan dengan kain
halus atau dengan daun pisang kering . Lalu mengapa harus dengan proses ahir
“sangling”
AWAL TERCIPTANYA
PROSES SANGLING terinspirasi dari
sebuah pemahaman tentang Qolbu atau hati nurani, “hati adalah rumah Qolbu,
sementara Qolbu adalah alat penghubung antara manusia dengan Allah SWT dimana
setan dan malaikat pun tidak bias menembus atau mengetahuinya, saya memperumpamakan seperti bolham lampu, Qolbu adalah kawat
kecil yang menyala yg terhubung langsung dengan Tuhan, dimana setrum atau
intruksi Tuhan terhubung, sementara Hati adalah kaca pembungkus Qolbu, Setiap
kali seseorang melakukan sebuah dosa maka tak ubahnya penempelkan Noda hitam
pada kaca (hati) semakin sering melakukannya semakin banyak noda hitam yg
menempel hingga menutupi cahaya lampu (Qolbu) sehingga intruksi dari Tuhan tak
lagi bias diterima dengan jelas, semakin ditumpuknya noda hitam maka semakin
gelaplah hati, manusia yang hatinya gelap maka segala bentuk nasehat kebaikan
akan dengan mudah diabaikan, bahkan yang hatinya sudah ber KERAK dia akan
memusuhi kebenaran itu,
“semoga Allah SWT menjauhkan kita dari kelompokmanusia
berhati gelap”
lalu.. ketika manusia
melakukan perbuatan Baik (amal kebaikan) sama dengan melepaskan sebutir noda yg
melekat dihati, semakin sering melakukan kebaikan maka noda-noda hitam yang
menempel akan bersihkannya satu persatu, hingga hati kembali bening, dan
cahaya dan intruksi dari Tuhan kembali
terdengar, semakin sering dibersihkan,semakin indah warna aslinya,langkah-langkah
hidupnya tertata rapih untuk mendapat keridhoan Tuhan Allah SWT,
Teman temannya, sahabatnya adalah orang-orang yg baik,
karena kebaikan dan keburukan ibarat minyak dengan air tak akan menyatu
walaupun dimasukan dalam satu wadah,
SANGLING adalah perubahan bukan tempelan seperti melamik
atau cat yg melapisi,bukan Topeng yang menutupi, sangling adalah membersihkan
sebuah noda, menghaluskan bentuk , sehingga dapat memunculkan warna,karakter
dari fitrah alaminya, akan menjadi antik dan menarik baik manusia ataupun benda, tidaklah menjadi
heran,aneh,atau mustahil jika manusia yg hatinya sudah bersih (bening) akan dapat
melihat alam kegoiban, alam mukasafah, minimalnya indra keenam (mata batin)nya
akan hidup dan tajam, seperti kayu yang disangling semakin lama semakin
mengkilap, klasik ,menarik dan antik, @ Demikian Sakatatal Art menjadikan
Sangling sebagai proses Ahir (finising-wood art)
Jumat, 28 Desember 2012
NAGA API gelang kayu nagasari bermahkota batu merah
Naga
Api"" gelang kayu nagasari gunungjati yg berumur sangat tua dan
langka.. kayu ini peninggalan dari jaman sultan sepun yg kurang lebih
berumur 3 abad, ada yg menyebut juga Galih kayu nagasari karna kayu yg
hampir membatu.. gelang naga Api Natural kayu tanpa finising melamik
atau pernis, namun dengan disangling.. yaitu penghalusan dengan
menggunakan daun pisang kering yang digosokan berulang-ulang sampai memunculkan warna alami kayunya..
warna merah bercampur hitam, keras membatu dan tenggelam diair,
bermahkota batu merah dari jatipranje,bukit parawali pedalaman
cherbon..bermata batu genter asem hitam.. Genter artinya kayu yg sudah memposil menjadi batu
SUDAH DIKOLEKSI oleh Firman Iriansyah —
SUDAH DIKOLEKSI oleh Firman Iriansyah —
Minggu, 23 Desember 2012
Tongkat Kayu Naga Kembar
Sedikit saya tuliskan
tentang makna atau arti dari Tongkat kayu NAGA KEMBAR’
Pada bagian Ujung
Tongkat saya pasang tiga cincin (3 lingkaran) yang masing masing memiliki arti:
1=TEKAD,2=UCAP, 3=LAMPAH,
TEKAD dalam bahasa Cirebon yg berarti NIAT, UCAP adalah
UCAPAN atau lisan, sementara LAMPAH adalah PELAKSANAAN perbuatan, yang
keseluruhannya menjadi pondasi dasar menjadi manusia, Niat yang baik ,lisan
yang sopan, ucapan yang berkomitmen dan diwujudkan dalam Pelaksanaan prilaku
kehidupan sehari-hari,
Jika ketiga lingkaran
itu (niat,ucapan,prilaku) bias selaras,sejalan maka barulah kita melangkah
menjadi manusia yang Wangi,harum,kuat,seperti wujud kayu GAHRU yang tegak
berdiri kokoh, berwibawa dan berpendirian kuat tidak mencla-mencle, Bertanggung
jawab, tepat janji, dan dikagumi,Bijak,
Berjiwa besar, lapang dada, yang saya gambarkan pada pegangan tangan, yang amanah dan teladan, yang mengajak KEBERSAMAAN
menuju SATU ARAH “kesejahteraan dunia
Ahirat” yang digambarkan dalam bentuk
Naga kembar yg berlari menuju SATU ARAH
Tongkat Kayu NAGA
KEMBAR bukan hanya sebagai penopang fisik namun lebih pada sebuah perwujudan Manusia
Tangguh, berwibawa, siap dengan segala perhitungannya dari sebab akibat, dan bertanggung jawab dari
segala tindakan.
**maaf aku hanya pelaku
seni otodidak jadi yang dipakai bahasa Tarsan auu..oooo.. bukan pujangga yg
pandai merangkai kata indah, juga bukan politikus yang pandai mempelintir
kata-kata” aku hanya mencoba mewujudkan
KATA-KATA lewat KARYA (Wood Art)
Sudah dikoleksi oleh ZAIDIN NTB
Langganan:
Postingan (Atom)










































