Sakatatal Art


Lihat Sakatatal Art di peta yang lebih besar

Selasa, 11 Maret 2014

Cincin Tiga Daun Kayu Galih Nagasari Gunungjati Cirebon




TIGA DAUN,
Cincin kayu galih kayu nagasari gunungjati, 3abad, bermata batu Genter kelor dari gunungjatipranje
SUDAH DIKOLEKSI oleh Ahmad Joe Adhiningrat (Malang_JATIM)

Dragon Skull Liontin Galih Kayu Nagasari gunungjati cirebon






Dragon Skull
Dibuat dari Galih kayu Nagasari gunungjati yang tersimpan (bahan) sangat lama
diperkirakan antara 3 abad, galih kayu hampir menyerupai batu, tidak memiliki pori-pori kayu sehingga serbuk kayunya pun tenggelam di air, memiliki warna Merah kehitaman,
pada bagian mata naga ditanam batu Tiger eye, ada juga yg menyebut batu widuri sfa,

"Dragon skull SUDAH DIKOLEKSI oleh Arif Rizal (Jakarta)

Rabu, 05 Maret 2014

LIONTIN dari Galih Kayu Nagasari 3 Abad






Dibuat dari Galih Kayu Nagasari Gunungjati Cirebon yg tersimpan selama kurang lebih 3abad
berikut bahannya " Sakatatal Art membuat karya secara natural tanpa bahan pewarna,pernis,atau melamik pada finisingnya, namun dengan cara di "SANGLING""
Sangling yaitu proses penghalusan secara terus menerus dengan ampelas halus sampai memunculkan warna alami yg mengkilap, "

                                        foto kayu diatas sudah habis terpakai, dan berikutnya dibawah untuk koleksi kayu berikut,  keunikan alami warna dan garis hitam alami GALIH kayu Nagasari gunungjati.









Sudah dipesan dan dikoleksi oleh Johni Ravidamo (jakarta

Selasa, 04 Maret 2014

GELANG GALIH KAYU NAGASARI GUNUNGJATI 3 ABAD





SUDAH DIKOLEKSI oleh Arif Rizal (Jakarta)

CINCIN KAYU GALIH NAGASARI GUNUNGJATI 3 ABAD








SUDAH DIKOLEKSI
Arif Rizal (jakarta) dan
Johni Ravidamo (jakarta)
Johni Ravidamo (jakarta)

TASBIH Kayu 108



Tasbih 108 dari kayu asal Mexico ""COCOBOLO"" dikolaborasi dengan kayu terkeras ke dua didunia BROWN EBONY asal Argentina dalam bentuk Tasbih NAGA

SUDAH dikoleksi Johni Ravidamo (jakarta)

Gelang Kayu Tesek Gunung Lawu









Dari kayu Tesek atau disebut juga Tengsek,
Sudah dikoleksi Johni Ravidamo